Datsun "Fine-Fine" Aja Mobil LCGC-nya Jadi Armada Rental


Semenjak dipasarkan hingga saat ini, mobil-mobil low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Suzuki Wagon R dan Datsun GO serta GO+ Panca dipastikan telah mampu menarik perhatian konsumen roda empat di Tanah Air. Popularitas mobil ini semakin meningkat seiring banyaknya pemberitaan mengenai kontroversi program yang diinisiasi oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan ini sejak awal kehadirannya.

Kini, setelah hampir dua tahun berlalu, mobil-mobil LCGC mampu membangun segmen pasar tersendiri, bahkan telah menjadi salah satu segmen yang paling diminati dibawah segmen mobil keluarga serbaguna atau segmen low-Multi Purpose Vehicle (LMPV) seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga.

Kedepan, bukan tidak mungkin mobil-mobil LCGC yang terbukti irit bahan bakar bakal digunakan sebagai armada mobil penumpang seperti taksi. Menanggapi hal tersebut, Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja, sejak dini mewanti-wanti bahwa mobil Datsun tidak akan digunakan untuk armada angkutan umum khususnya taksi.

Ia beranggapan, bahwa dengan menjadikan produk mobil sebagai armada angkutan umum, dalam hal ini sebagai mobil taksi, akan menjadikan nilai sebuah kendaraan menjadi jatuh di mata konsumen, khususnya konsumen Indonesia. Apalagi Datsun masih dalam proses membangun Citra Merek di pasar otomotif Indonesia sebagai mobil murah yang tidak hanya irit namun juga tetap mengutamakan faktor kualitas produk.

"Di sini itu konsumennya sangat unik karena banyak yang berpersespi kalau mobil sudah jadi taksi brand-nya jadi enggak baik," ujarnya sebagaimana dikutip dari laman news.okezone.com (Sabtu, 13 Februari 2016).

Namun demikian, Indri tidak akan menolak jika mobil-mobil Datsun dipakai oleh perusahaan rental sebagai armada sewa untuk kebutuhan pada customernya. Ia mengungkapkan untuk dijadikan kendaraan rental atau menjadi armada dalam perusaahan rental, mobil-mobilnya masih menggunakan plat hitam (bukan angkutan umum) dan berbeda dengan taksi atau angkutan umum lain yang menggunakan plat kuning.

"Kalau rental sih masih fine ya karena pelat nomornya masih berwarna hitam. Lagi pula kalau mau buat rental kan konsumen langsung saja ke diler tanpa harus ada pembicaraan ke NMI terlebih dulu," lanjutnya.